Alhamdulillah, Setelah 4 Tahun Terendam, Akses Jembatan Cipayung–Pasir Putih Kembali Terbuka
Depok, Suara Islam Indonesia — Alhamdulillah, setelah hampir empat tahun terputus akibat banjir, genangan air, lumpur, dan sedimentasi, akses jalan serta jembatan penghubung Kampung Bulak Barat, Kecamatan Cipayung, menuju Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, kini kembali dapat dilalui oleh kendaraan dan masyarakat.
Kembalinya akses tersebut menjadi kabar yang menggembirakan bagi warga yang selama bertahun-tahun harus memutar cukup jauh untuk menuju wilayah kampung di seberang jalan.
Pulihnya akses mobilitas masyarakat tersebut terjadi setelah adanya upaya normalisasi Kali Pesanggrahan, pengerukan sedimentasi, serta pembersihan material longsoran dan tumpukan sampah di kawasan sekitar TPA Cipayung.
Sejak pertengahan Agustus 2026, genangan air yang sebelumnya dilaporkan mencapai ketinggian sekitar dua hingga tiga meter mulai surut. Jalan dan jembatan yang sebelumnya tertutup lumpur dan air kini kembali terbuka.
Rosyid seorang warga yang ditemui Suara Islam Indonesia (01/09)saat melintasi jembatan mengungkapkan rasa syukur atas terbukanya kembali akses tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang kami sudah bisa melintas. Sudah sekitar empat tahun jalan dan jembatan ini tertutup lumpur dan air. Selama ini warga harus memutar cukup jauh, padahal hanya untuk pergi ke kampung sebelah,” ungkapnya.
Menurut warga, terbukanya kembali akses tersebut sangat membantu aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja, berdagang, bersilaturahmi, maupun menjalankan berbagai kebutuhan sehari-hari.
Namun di tengah rasa syukur tersebut, masyarakat masih menyampaikan harapan kepada Pemerintah Kota Depok, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), agar segera memperhatikan kebutuhan penerangan di sepanjang jalan dan sekitar jembatan.
Pasalnya, ketika malam hari kondisi kawasan tersebut dinilai sangat gelap karena belum tersedia lampu penerangan jalan yang memadai.
“Kalau malam ternyata sangat gelap karena tidak ada lampu di sekitar jalan dan jembatan. Kami berharap pihak PUPR atau Pemerintah Kota Depok segera memasang penerangan. Jangan sampai warga yang melintas merasa khawatir karena kondisi gelap bisa menjadi rawan kecelakaan maupun kejahatan,” katanya.
Dalam pandangan masyarakat, pembangunan infrastruktur bukan hanya persoalan membuka jalan dan membangun jembatan. Keselamatan serta keamanan warga juga harus menjadi perhatian utama.
Islam sendiri mengajarkan pentingnya menjaga kemaslahatan dan keselamatan masyarakat. Karena itu, fasilitas umum yang digunakan warga seharusnya dapat memberikan rasa aman dan nyaman, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas pada malam hari.
Selain pengerjaan normalisasi dan pembersihan kawasan, Pemerintah Kota Depok juga tengah melakukan sejumlah pembangunan infrastruktur di wilayah Cipayung. Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian berada di Jalan Raya Cipayung dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp1,7 miliar, termasuk pekerjaan pemasangan sheet pile dan pelebaran jalan.
Ke depan, Pemerintah Kota Depok bersama Dinas PUPR juga dikabarkan tengah mengkaji solusi permanen agar akses tersebut tidak kembali terputus ketika musim hujan dan debit air meningkat.
Pilihan teknis yang tengah dipertimbangkan antara lain pembangunan jembatan baru dengan konstruksi yang lebih tinggi atau peninggian badan jalan agar lebih aman dari luapan air.
Bagi masyarakat Kampung Bulak Barat dan Pasir Putih, terbukanya kembali jalan tersebut merupakan nikmat yang patut disyukuri.
Alhamdulillah, akses yang selama hampir empat tahun tertutup kini kembali terbuka. Namun warga berharap pembangunan tidak berhenti sampai di sini. Penerangan jalan dan solusi permanen sangat dibutuhkan agar masyarakat dapat melintas dengan aman, nyaman, dan tanpa rasa khawatir, baik siang maupun malam hari.(L.Ginting)



