Daerah

Kali Pesanggrahan Yang Berada Di Cipayung-Pasir Putih Kota Depok Mulai Bersih

Depok,Suara Islam Indonesia— Banjir yang sempat menggenangi kawasan Cipayung dan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, mulai surut setelah Pemerintah Kota Depok melakukan normalisasi Kali Pesanggrahan.

Genangan yang selama empat  tahun mengganggu aktivitas warga di Jalan Cipayung-Pasir Putih dan kini mulai mengering. Sejumlah alat berat masih dikerahkan untuk melanjutkan pengerukan dan penataan alur sungai.

Salah satu warga  Bulak Wadas (20/8/2026) Kelurahan Pasir Putih , Lukman, mengatakan surutnya banjir mulai dirasakan warga setelah proses pengerukan sungai dilakukan. Akses jalan yang sebelumnya terganggu genangan pun perlahan kembali dapat digunakan.

Namun, jembatan di kawasan tersebut masih rawan dan belum bisa dilalui karena masih terdapat lumpur sisa pengerukan. Warga memperkirakan akses jembatan dapat kembali dibuka sekitar satu pekan kedepan setelah proses pembersihan selesai seluruhnya.

Sebelumnya, banjir yang berlangsung cukup lama membuat aktivitas masyarakat Bulak Wadas terganggu. Mobilitas warga terhambat sehingga kawasan tersebut sempat disebut seperti “kampung mati”.

Normalisasi Kali Pesanggrahan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, belum lama ini mengatakan normalisasi Kali Pesanggrahan masih terus berlangsung.

Penanganan difokuskan untuk mengurangi banjir yang kerap terjadi di sekitar Jalan Raya Pasir Putih dan kawasan TPA Cipayung.

“Pada tahap awal, penanganan difokuskan pada normalisasi sungai sepanjang kurang lebih 400 meter, disertai pembentukan kembali trase sungai agar lebih lurus dan memiliki penampang yang lebih optimal,” ujar Yodi, Selasa (11/8/2026).

Lebar Kali Pesanggrahan saat ini bervariasi antara 4,5 hingga 12,5 meter. Melalui normalisasi, lebar sungai akan ditata menjadi sekitar 10 meter untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Pekerjaan tersebut menggunakan alat berat excavator long arm PC200. Selain pengerukan, elevasi dasar sungai juga disesuaikan agar aliran air lebih lancar.

“Dengan begitu, debit air yang dapat mengalir semakin besar dan diharapkan mampu mengurangi genangan di area jalan maupun jembatan yang selama ini terdampak,” jelasnya.

Penanganan selanjutnya akan diarahkan hingga titik jembatan yang terdampak agar fungsi Kali Pesanggrahan dapat kembali optimal.

Menjaga Lingkungan adalah Amanah

Wali Kota Depok Supian Suri sebelumnya menyampaikan bahwa persoalan sampah menjadi salah satu faktor yang perlu segera ditangani. Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan memperburuk persoalan banjir.

“Masalah ini sudah bertahun-tahun, jadi pertama saya harus menyelesaikan masalah sampah utamanya dulu,” kata Supian.

Dalam pandangan Islam, lingkungan merupakan amanah yang harus dijaga. Manusia tidak dibenarkan melakukan kerusakan yang dapat merugikan dirinya sendiri maupun masyarakat.

Allah SWT berfirman:

«“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diciptakan dengan baik.”
(QS. Al-A’raf: 56)»

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan sungai, tidak membuang sampah sembarangan, serta merawat lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama.

Penanganan banjir karena itu tidak cukup hanya mengandalkan pengerukan sungai. Kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga diperlukan agar upaya pemerintah memberikan hasil yang berkelanjutan.

Jembatan Akan Direvitalisasi

Pemkot Depok juga menyiapkan rencana peninggian dan revitalisasi jembatan di kawasan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menjaga akses warga tetap aman ketika debit Kali Pesanggrahan meningkat.

Selain itu, pemerintah menyiapkan rencana pengelolaan sampah menjadi energi listrik yang ditargetkan mulai berjalan pada awal 2028.

Warga berharap normalisasi Kali Pesanggrahan dan revitalisasi jembatan dapat segera memulihkan akses Cipayung-Pasir Putih sekaligus mencegah banjir berkepanjangan kembali terjadi.

Penanganan banjir yang dilakukan secara serius, ditambah kepedulian masyarakat dalam menjaga lingkungan, diharapkan menjadi ikhtiar bersama menghadirkan kemaslahatan dan keselamatan bagi warga.

Sebab, kebersihan lingkungan bukan hanya persoalan pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab manusia dalam menjaga amanah Allah SWT di muka bumi.(L.Ginting)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button