Nasional

Cetak Jurnalis Dakwah, SPI Jakarta Bekali 60 Murid dengan Ilmu Jurnalistik Bersama Erwyn Kurniawan  

Jakarta,Suara Islam Indonesia-Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta kembali menggelar kuliah rutinnya dengan tema strategis bagi pergerakan umat. Pada kuliah keempat yang diselenggarakan Rabu (30/9/2026), SPI mengundang jurnalis senior sekaligus Pemimpin Redaksi Kabar Berita Semesta, Erwyn Kurniawan, untuk membekali puluhan muridnya dengan ilmu jurnalistik dasar.
Kegiatan yang bertempat di gedung INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations), Kalibata, Jakarta Selatan ini dihadiri oleh lebih dari 60 murid SPI. Dalam penyampaiannya, Erwyn menekankan bahwa menulis bukan sekadar aktivitas menuangkan gagasan, melainkan sebuah instrumen perubahan peradaban,(VOA Islam).

Mengutip hikmah Imam Al-Ghazali, Erwyn memotivasi para hadirin: “Kalau kamu bukan anak raja dan bukan anak ulama besar, maka menulislah.”Lulusan Ilmu Politik Universitas Nasional Jakarta itu menegaskan bahwa pengaruh seseorang tidak harus menunggu jabatan atau gelar tokoh. “Berpengaruh tidak harus menunggu menjadi tokoh. Cukup dengan seutas tulisan, seseorang dapat tergerak untuk berubah,” tegas mantan tenaga ahli DPR RI tersebut di hadapan antusiasme para peserta.Literasi Media sebagai Benteng UmatMateri yang disampaikan tidak hanya berkutat pada teori, namun juga praktik langsung. Arsyiela, salah satu murid SPI asal Jakarta yang berprofesi sebagai staf hukum di lembaga filantropi Islam, mengaku materi ini sangat relevan dengan kebutuhan intelektual muslim masa kini.“Pemateri kali ini tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga mengadakan sesi praktik membuat naskah reportase selama 5 menit,” ujar Arsyiela.Perempuan yang juga merupakan finalis Duta Bahasa DKI Jakarta 2022 dan lulusan Ilmu Hukum Universitas Indonesia itu menyoroti pentingnya sikap kritis dalam menyikapi arus informasi. “Ketika kita berbicara tentang pemikiran Islam, maka kita dituntut untuk cerdas, tidak hanya dalam menyampaikan informasi, tapi juga dalam menerima informasi. Lewat teori yang dipaparkan, kita diajak untuk membaca suatu berita secara lebih kritis dan lebih objektif,” paparnya.Dari Kelas ke Medan Dakwah DigitalSemangat untuk menjadikan tulisan sebagai alat dakwah juga terlihat dari respons para peserta. Mira, seorang murid SPI yang aktif sebagai kreator konten dan aktivis dakwah, menyatakan tekadnya untuk mengangkat isu-isu urgensi umat pasca mengikuti kuliah ini.“Setelah mendapat materi ini, karena saya punya keresahan terkait isu penjajahan terhadap Palestina yang seperti tidak ada ujungnya. Kemungkinan dari sana, saya ingin menulis terkait kepalestinaan di media sosial milik saya,” pungkas Mira penuh harap.Melalui kuliah ini, SPI Jakarta berharap melahirkan generasi muslim yang tidak hanya paham dalil, namun juga cakap dalam literasi media. Harapannya, setiap tulisan yang lahir dari para murid SPI dapat menjadi shadaqah jariyah yang menggerakkan kesadaran umat dan meluruskan narasi-narasi yang bias di ruang publik.(Red)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button