Merdeka atau Mati, Siapa yg Merdeka, siapa yang Mati?
Oleh : Dedy Nurhadi, S.S.
Semboyan Merdeka atau Mati , semboyan yang sering terdengar di perang pra kemerdekaan RI. Semboyan tersebut menjadi penyemangat bagi pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Para pejuang dengan gagah berani dan gigih berjuang untuk kemerdekaan Negara ini, mereka ikhlas dan tanpa pamrih.
Faktor apa yang membuat membuat kemerdekaan terjadi di Negara ini?, faktor tersebut adalah Kegigihan pejuang kemerdekaan untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara demi kebebasan hidup yang terbebas dari penjajahan, Hancur nya aliansi Fasis Jerman, Jepang dan Itali lalu menangnya Amerika beserta sekutu Eropa nya dan Rusia di Eropa, lalu peristiwa di bom atom nya Jepang sehingga melemahkan dominasi Jepang di Asia. Dan faktor ada nya Tokoh kemerdekaan seperti Sukarno dan Hatta yang sesegera mungkin memproklamirkan Negara Republik Indonesia.
Para pejuang kemerdekaan berjuang secara ikhlas dan tanpa pamrih untuk memerdekaan negeri ini dan setelah merdeka negara ini menjadi terlalu korup untuk bisa menjadi negara maju. Lain harapan lain kenyataan, siapa yang berjuang siapa yang menikmati hasil kemerdekaan, banyak dari para pejuang hidup memprihatinkan dan elit rakus serta Oligarki yang menguasai kekayaan alam negeri ini, dan apabila hal ini tidak segera ditangani dengan baik maka bisa terjadi disintegrasi bangsa, jadi siapa yang merdeka dan siapa yang mati? , para elit rakus dan oligarki serakah yang merdeka sementara para mantan pejuang dan rakyat kecil mati karena sulit mendapatkan pekerjaan dan penghidupan. Elit dan Oligarki mendapatkan kue kemerdekaan terbesar sementara rakyat hanya remah-remah sehingga kehidupan mereka sangat sulit. Kemerdekaan menghasilkan Oligarki yang menguasai 70 persen kekayaan alam Indonesia sementara 30 persen nya untuk seluruh rakyat Indonesia padahal jumlah oligarki hanya 0,01 dari populasi rakyat indonesia dan bisa terjadi hal ini atas bantuan dari elit korup , terjadi simbiosis mutualis antara oligargi dan elit penguasa baik di pusat maupun daerah.
Sejauh ini rakyat seperti nya belum selepenuhnya merdeka, dan karakter rakus elit dan serakah Oligarki juga belum mati, malah menjadi-jadi sehingga kerusakan alam seperti hutan Gundul, bukit longsor , hutan adat kadang jadi kebun sawit, banyak terjadi kerusakan alam sehingga bencana demi bencana sering terjadi silih berganti antara tanah longsor dan banjir bandang, semua kerusakan itu terjadi akibat kolaborasi jahat antara elit pusat serta daerah dan oligari, lalu posisi rakyat bagaiman? , rakyat hanya kebagian banjir bandang dan longsor nya, uang nya? Elit dan oligarki yang menikmatinya , kalau sudah begini bisa dibilang elit dan oligarki menikmati kue kemerdekaan sementara rakyat kebagjan mati nya saja.
Ini semua terjadi dan masih akan terjadi lagi di perayaan 81 tahun kemerdekaan, mungkinkah akan terjadi perubahan di 100 tahun kemerdekaan Republik Indonesia? , hanya ALLAH SWT yang tahu, Merdeka atau Mati, siapa yang merdeka dan siapa yang mati.