Antara kritik dan Laporan ABS
Oleh : Dedy Nurhadi, S.S.
PART 2
Kritik sebenarnya lebih baik daripada laporan Asal Bapak Senang, sebab kritik lebih bersifat membangun, memperbaiki, kontruktif. Sementara Laporan Bapak Senang cenderung menyembunyikan fakta sebenarnya dari hal apapun, spt Kondisi lapangan proyek , kondisi masyakat yg sebenarnya, progres kemajuan pembangunan , kondisi keamanan lingkungan dll, semua disembunyikan atas nama Asal bos mendengar berita menyenangkan dan keberhasilan, tetapi fakta nya sebagian besar tidak sesuai.
Tren pemimpin saat ini lebih senang mendengar bisikan dan info dari para penjilat dan pelaku ABS, ketimbang pengkritik. Pengkritik dianggap musuh sedangkan penjilat dianggap bawahan setia. Prabowo selaku presiden banyak menelan mentah-mentah laporan ABS ini, spt petani banyak yg bisa keluar negeri karena hasil panen bisa sampe triliunan, pertanyaan nya petani yang mana? Kalau petani sawit mungkin. Lalu MBG banyak membawa mamfaat karena bisa memberikan makanan bagi pelajar dan anak sekolah, nyata nya banyak kasus keracunan dan makanannya tidak bergizi karena anggaran nya habis dikorup oleh oknum-oknum elit. Presiden seperti di kadali oleh anak buah lingkaran terdekat dan disaat yang bersamaan juga tidak mencari tahu langsung via medsos maupun televisi dan sumber yang kredibel dan pada akhirnya kebijakan tidak sesuai kebutuhan. Kemudian kalau Prabowo berpidato , kadang melenceng dari tema, padahal sudah disediakan teks untuk dibaca, tetapi karena lebih suka non teks akhir nya melantur ke mana-mana, dan setelah itu investor hilang kepercayaan dan kabur dari negara ini dan rupiah pun segera naik nilai nya yang pada akhirnya pengusaha rugi , rakyat rugi dan negara rugi gara-gara hal sepele seperti pidato salah ngomong.
Selaku Presiden , Prabowo diharapkan untuk lebih humble, bisa memahami perasaan rakyat dan publik, tidak membuat gaduh dengan sikap keras atau kasar sehingga membuat investor jadi paranoid , lakukan kebijakan yang terpenting dahulu yang menyelamatkan hajat hidup orang banyak dan produktif bukan program boros anggaran macem MBG, KDMP, sekolah rakyat. Sebab itu semua tidak membuat rakyat jadi pintar , atau jadi kenyang atau jadi bisa mencari nafkah, tetapi hanya membuat elit- elit tambah kaya dan mitra koalisi jadi tambah makmur, apakah memang itu tujuan nya ? Hanya membuat kroni-kroni kenyang dan kaya sementara rakyat hidup susah? , coba di evaluasi itu semua pak Presiden, karena kami masih percaya bahwa sebenarnya anda adalah orang baik yg cinta negeri ini dan rela berkorban untuk negara ini, tolong evaluasi dan perbaiki , sebelum semuanya terlambat.