Berita UtamaNasional

Pak Jokowi, Awas , Ekonomi Dihancurkan dengan Tumpukan Utang ala Sri Mulyani dan Krisis BUMN Jiwa Sraya Rp.50 Triliun

Suara Islam Indonesia

Redaksi,Senin 23 Desember 2019 – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku masalah yang terjadi pada perusahaan asuransi pelat merah Jiwasraya sangat besar dan serius. Hingga kini pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian BUMN.

“Kami terus berkomunikasi, berkordinasi dengan Menteri BUMN di dalam menangani BUMN Jiwasraya ini. Persoalananya memang sangat besar dan sangat serius,” kata Sri Mulyani usai menghadiri Penganugerahan Revolusi Mental di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2019).

Kini pihaknya sedang menunggu laporan Kementerian BUMN soal neraca keuangan dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi Jiwasraya.

“Jadi kita juga akan melihat dari semua segi. Kalau dari sisi keuangannya sendiri, neracanya, kewajiban-kewajiban yang sudah jatuh tempo, dan bagaimana kita akan mengatasinya itu sedang dan terus diformulasikan oleh Kementerian BUMN untuk dikoordinasikan dengan kami,” ungkap Sri Mulyani.

Dari sisi penegakan hukum sendiri, Sri Mulyani mengaku sudah menyerahkan semuanya ke Kejaksaan Agung. Sekarang menurutnya, Kejaksaan Agung sedang melakukan penelitian soal kasus di Jiwasraya apakah ada yang melanggar hukum

“Dari sisi penegakan hukum kalau ditemui adanya pelanggaran apakah itu dari sisi tata kelola perusahaan, entah itu dari sisi keputusan atau kepengurusan, entah itu sifatnya perdata atau pidana, kami serahkan semuanya kepada bapak Jaksa Agung dan timnya. Sekarang sedang melakukan penelitian,” kata Sri Mulyani.

Dia berharap kasus ini cepat selesai. Pasalnya, kasus ini berhubungan langsung dengan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah. Terlebih lagi Jiwasraya adalah perusahaan pelat merah yang dimiliki negara.

“Tentu kami berharap kita akan terus segera bisa menuntaskan langkah-langkah ini untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi yang kebetulan dimiliki oleh pemerintah,” harap Sri Mulyani.

PANDANGAN PUBLIK

Para analis dan publik melihat, Ekonomi Jokowi sudah dibangkrutkan, dijebol dan dihancurkan dengan tumpukan utang ala Menkeu Sri Mulyani dan krisis Asuransi BUMN Jiwasraya.

”Mulai saling garuk (Menkeu Sri Mulyani, Meneg BUMN Erick Tohir dan para elite lain)….Masih garuk halus. Mau cari panggung, cari simpati, biar rakyat lupa kalo dia lebih parah bikin negara rugi ribuan triliun dengan utang ugal-ugalan. Iya gak sih? ” Wong mereka bisanya rugikan negara kok bukan selamatkan, kasus Century 6,7 T. Belum lagi kerugian negara ratusan Trillium akibat utang berbunga tinggi model Sri Mulyani,” demikian komentar para ahli dan analis yang beredar di ruang publik, di media .

Menarik hikmah dr kerugian Asuransi Jasaraharja dan Bumiputera yang 50Trilyun..
Bagi yang belum tau, Rp 50 trilyun itu nulisnya begini: 50.000.000.000.000!! Dan itu duit semua.. pertanyaanya, duitnya kemana?

Analisa sederhana begini:
✔Duit premi peserta asuransi yang dibayarkan tiap bulan, setelah dipotong untuk komisi agen, baru dibelikan produk-produk saham yang dianggap menguntungkan.

✔Sahamnya yang dianggap bisa memberikan keuntungan minimal 10% perbulan. Ada yang nyebut saham gorengan.. high risk-high return. Untung gede girang, rugi besar jantungan… duer!! Unsur gharar (ketidakpastian) dan judi (maisir) sangat besar. Sekali duit nasabah masuk disana, siap dapat duit gede buat bayar klaim asuransi, atau sebaliknya.. zonk, rugi besar dan duit nasabah hilang.. tak berbekas, digondol demit.. meninggalkan grafik saham yang turun sambil nangis sesenggukan.

Pertanyaannya, kita ditawari untuk berlindung pada asuransi, tapi perusahaan asuransi tidak bisa melindungi dirinya sendiri.. terus piye? Gimana?
Jadi inget, dulu tiap bulan saya bayar selama 8 tahun, gak pernah klaim apapun, pas dicairkan cuma bisa mringisss… duitnya malah tipiss.

“Asuransi terbaik terus apa mas?”
Jawab:
Asuransinya yang bukan buatan manusia, tapi asuransi-nya milik ALLAH langsung… S.E.D.E.K.A.H!

Pesan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam: “Sedekah akan menjauhkan bala, mendatangkan rezeki, menyembuhkan penyakit, dan memanjangkan umur”

Masya ALLAH

“Bayar preminya kemana mas?”
Jawab:
Bayar kapan saja, gak harus bulanan.
✔lewat makanan dan minuman untuk duafa.
✔lewat biaya sekolah anak-anak yatim.
✔lewat listrik masjid dan mushola yang dibayarkan.
✔lewat uang untuk berobat tetangga yang sakit.
✔lewat membayarkan utang orang miskin yang kekurangan makan.
✔lewat sepatu-sepatu baru yang membuat tersenyum anak-anak di panti asuhan.
✔lewat nasi bungkus yang tiap jumat dibagikan.
✔lewat peluang-peluangan kebaikan lain yang tiap hari kita temukan.

Itulah asuransi terbaik..!

Ketika agen asuransi menawarkan produk dengan alasan “sedia payung sebelum hujan”

Maka sebagai seorang muslim kita harus bisa menjawab:
“Saya punya Tuhan, dan saya boleh berdoa lewat amalan agar tidak jadi hujan, atau jikapun hujan adalah hujan yang penuh keberkahan..”

Demikianlah.(end/krfts)

(berbagai Sumber/: Timeline FB Saptuari Sugiharto

Show More

Suara Islam Indonesia

Suaraislamindonesia.co.id adalah Media Online, Portal Berita Islam Terpercaya dan Terupdate

Related Articles

Close